Powered By Blogger

Go Green Clock

Search This Blog

Google Search

Cari dengan google

Followers

Pageviews

Kawah Putih - Ciwidey - Bandung

Sore itu langit terlihat gelap dan angin bertiup cukup kencang. Saat itu Aku harus mengantar anak dari anak pertamanya Nenekku (baca : kakak sepupu). Susah ya? abaikan. Dia anak Pamanku yang ada di Bandung.  Kita berangkat dari Stasiun Madiun pukul 5 sore dengan kereta Kahuripan. Tiba di Stasiun Padalarang (stasiun terakhir) kita turun dan mencari angkot untuk menuju jalan padalarang dan naik ojek untuk bisa tiba di rumahnya. 

Kira-kira pukul 06:15 kita tiba di rumah setelah melakukan lebih dari dua belas jam perjalanan. Di situ Aku bertemu paman, bibi dan Mas Silo (anak ke-2 pamanku). Kami berbincang-bincang dengan topik yang ringan dan tidak menguras emosi. Topik seputar perjalanan dari Madiun menuju ke Bandung dan seputar kabar keluarga di Madiun.
Setelah berbincang panjang lebar acara dilanjutkan sarapan pagi. Tiba-tiba setelah sarapan selesai Mas Silo menawariku jalan-jalan. Aku bingung karena tak ada rencana untuk pergi kemana kemana kemanaaa #halah !. 

Oke...Keputusanku jatuh pada kawah putih, kenapa??? karena saat itu Aku pernah nonton FTV dengan seting lokasi Kawah Putih yang sangat eksotis, beautipuuulll, fantastisss, dahsyaat errrr #maaflebay !. 

Cerita sedikit Aku singkat karena terlalu panjaaaang dan bisa buat jari keriting #lebaylagi. 

Aku tiba di Kawah Putih, lebih tepatnya di pintu masuk. Di situ kami harus membayar 15k (baca : Rp 15.000). Ada beberapa orang menawariku untuk membeli masker dengan alasan harus memakai masker saat di kawah. Aku tanggapi dengan bahasa tubuh (baca : geleng-geleng). Dari pintu masuk menuju kawah kami harus menempuh perjalanan 5 km. Akhirnya kami tiba di lokasi parkir Kawah Putih. Cukup ramai dan Aku ingat saat itu hari sabtu tanggal 29 Oktober 2011.

Waaaao!!!...Kawah Putiiiih...antara percaya dan tidak percaya tiba-tiba Aku berada di sini, secara memang tidak direncanakan. Aroma belerang gak berasa menusuk seperti saat Aku ke Bromo atau Tangkuban Perahu. Suhu disana sangat dingin dan Aku gak bawa jaket (baca : salah kostum). Ah tak apa lah...karna disitu banyak kaum hawa yang salah kostum (baca : rok mini, hot pants). 

Sayang sekali saat itu kita gak bawa kamera DSLR, bukannya lupa tapi memang gak punya #malu. Abaikan...untung Aku bawah handphone C6 dengan kamera bawaan 5 MP, lumayan kaaan?. Cuaca emang kurang mendukung siih, banyak kabut silih berganti tapi tak apa lah. jeprat-jepret dimulai dan seketika narsis, dipaksa-paksain jadi fotografer dan model amatir.
Terlintas sebuah pertanyaan. Namanya Kawah Putih tapi warnanya kok hijau kebiru-biruan atau biru kehijau-hijauan? #abaikan. Tak terasa jam menunjukkan pukul 16:00 WIB dan langit bertambah gelap juga sedikit butir-butiran air tanda gerimis (sedikit sih). Sudah cukup puas memang melihat hasil jeprat-jepret di seputar Kawah Putih. Hingga kita putuskan untuk pulang ke rumah dan berharap tidak turun hujan. 










Kayaknya udahan ya ceritanya, berhubung jariku udah keriting dan kakukaku maka cerita diakhiri sampai disini #kemudianencokkumat.


 * Semua foto di sini hasil jepretan dengan kamera handphone Nokia C6 dan sedikit sentuhan Photoshop.


-o0 THE END 0o-